Wednesday, September 30, 2009

Indonesia Gempa (lagi) di Sumatra


Lagi, negeri kita tercinta ini mengalami musibah gempa. Tanpa ampun gempa menggema di sumbar . Padahal baru saja saya mau baca buku "The Secret Life of the Universe"-nya Amy Corzine, sempet saya intip di chapter I ada kalimat tentang "gift of unknown things,communal magic on an indonesian island" serta disusul kalimat tentang "dancing islands" wow "indonesia" pikir saya, pasti menarik. Kemudian iseng saya online dan browsing kesana kemari yang kemudian menemukan kalau saudara saya ehm, maksud saya saudara kita di Bengkulu di Sumatera Barat sana baru saja dihantam musibah berat. Dua kali gempa berskala besar menghajar dan melumpuhkan Sumatera barat, menghancurkan sekolah, rumah sakit, rumah penduduk, dan banyak lagi kerusakan lain. Konon warga Singapura juga ikutan panik karena gempa 7.6 SR sumbar ini.

Lalu saya meluncur ke detik dot com dan Astaghfirullah, ternyata gempa tidak cuma melanda sumatera, tapi juga ada di belahan nusantara lain, menimpa saudara kita lain disana, tepatnya di muarabungo dan kerinci. Terus saya naikkan cursor ke atas dan oh, ada berita polri vs kpk dan ah persetan, bukan saatnya..... dan saya geser kursor ke kolom sebelah kanan "Jepang memperingatkan tsunami di berbagai negara". kemudian saya pergi dan minum air putih sebentar.





aih aih, ada apa ini. Mungkin Tuhan sedang memberi kita isyarat, menyampaikan suatu pesan kepada kita, atau mungkin juga tidak, tergantung dari mana kita memandangnya. kemudian saya berfikir kalau suatu saat nanti Semarang yang adem ayem ini tiba tiba dihajar juga oleh bencana alam , saya berfikir apakah sampai disini nasib ini ? tentu tidak. Kita sebagai makhluk paling sempurna mempunya apa yang di-bruce-almighty disebut sebagai "free will" kebebasan memilih. Begitu juga dengan kata dari Budha Gautama "Kita adalah apa yang kita pikirkan".

Maksud saya adalah, seperti kita dulu yang sewaktu kecil belajar naik sepeda, sering jatuh, kemudian punya borok, kemudian sembuh dan kemudian bisa lancar. tidak berhenti sampai disitu, kemudian seiring berjalanya waktu dan bertambahnya essensial serta pengalaman kita juga bisa melaju cepat. Jadi mungkin bencana itu adalah saat dimana kita jatuh dari sepeda dan kemudian mengumpulkan tekad untuk naik sepeda lagi dan melaju cepat. tapi semua itu pilihan dari kita, mau meneruskan naik sepeda, atau cuma berhenti dan cuma menonton anak lain main sepeda dari kejauhan dengan rasa mangkel.

Ah, saya selesai juga membaca halaman pertama dari buku Amy Corzine ini dan menemukan kalimat bagus :

"
what is the end? the beginning? cause every beginning is an end. Both exist in each moment".

hmm sepertinya ini buku yang bagus, semoga betah mbacanya :)



Thursday, August 6, 2009

Selamat Jalan Mbah Surip



Telah meninggal seniman fenomenal Urip Ariyanto atau yang lebih dikenal dengan nama "Mbah Surip". Seniman bergaya reggae pelantun tembang "tak gendong" ini meninggal pada hari senin 3 Agustus 2009 lalu ini menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sahabatnya yang juga sekaligus pelawak srimulat, Mamiek.

Kepergian penyanyi nyentrik yang lekat dengan kretek Gudang Garam merah dan kopi hitam kentalnya ini tentu tidaklah sia sia karena beliau meninggalkan warisan yang begitu besar. Bukan, bukan RBT (ring back tone) yang katanya sampai 8milliar itu, melainkan kebiasaanya tersenyum dan kesederhanaanya dalam kehidupan sehari hari. Bahkan sebelum meninggal Mbah Surip sempat manggung di jogja meski sebelumnya mengaku sama anaknya kalau sebenarnya beliau sudah lelah, tapi tetap manggung demi para pengemarnya "mbah sudah capek, tapi mbah harus melayani masyarakat". Bahkan di saat saat terakhirnya beliau masih sempat menggigau "i love u full. i love u full" berulang-ulang. Beliau juga tidak punya rumah meski konon mempunyai kekayaan sampai bermilliar rupiah dan tidur dengan berpindah pindah dari satu rumah teman ke rumah teman lain.


Semangat kesederhanaan dan kebiasaanya untuk menikmati hidup dalam senyum dan tawa serta solidaritas membuat Mbah Surip seperti oase yang ada ditengah himpitan perlombaan hedonis di sekitar kita. Di saat orang orang berlomba dalam materi , Mbah Surip justru santai santai saja dengan keadaanya, di saat orang orang sibuk dengan kompleksitas hidup Mbah Surip tetap aja easy going dengan tertawa khasnya.

Saya percaya, bukan honor yang membuat Mbah Surip mau manggung kesana kemari, melainkan rasa puas dalam menghibur orang banyak, mari kita sebarkan cinta ala Mbah Surip. Selamat jalan mbah, i love u full. HAH HA HA HA HAH..

*apdet : gambar dari tupaitambun.wordpress.com

Saturday, August 1, 2009

Hora Hore


Alhamdulillah, bisa diterima SNMPTN Undip tahun 2009, sebenernya enggak nyangka juga sih bisa keterima, mana daftar juga cuman iseng & keterima di pilihan ke 2. Tapi tetep bersyukur dong.


haha, perasaan belakangan ini postinganku pendekpendek, maklum, sibuk :P

Monday, July 20, 2009

Bom Jakarta Juli 2009





Turut berduka cita untuk para korban dan mengecam keras para pelaku entah apapun motifnya. Semoga kejadian ini membuat bangsa kita semakin kuat. Saya rasa gak perlu lagi njelasin detail kejadian karena udah ada di berita di mana mana. Semoga pelaku sama rombongan sintingnya cepet ditangkep.

"What doesnt kill us only make us stronger"
mengutip kalimat dari filsuf jerman, Friedrich Nietzsche diatas, ayo kita bangkit !

ill Miss you so..


Telah hilang hape abal abal SE K320i saya di daerah Lamper semarang, kejadian berlangsung berlangsung begitu cepat saat saya lagi mau nerima telpon sambil naek motor... dan setelah dicari cuman ketemu casing belakang hape dan batere yang kelempar lumayan jauh.

Sebenernya udah sempet ganti hape juga sih, pake HP hw 6500 tapi gak tau kenapa hati ini kembali berpaling pindah ke hape lama ku ini, baru seminggu ganti balik lagi ke si 320 eh malah ilang, yaaaaaaaaah evil , padahal banyak juga kenangan bareng si 320 ini. Yah, mungkin ini suatu pertanda, pertanda kalo saya harus mulai ngeliat kedepan, yah orang naek kendaraan juga kalau terus terusan liat spion bisa celaka kan?, yesterday is a history, today is a gift, tomorrow is a missery. Semua harus berdasarkan dosis yang "pas".

bubay hape ku

And oh – I’ll be there to comfort you,
Build my world of dreams around you
I’m so glad that I found you
I’ll be there with a love that’s strong
I’ll be your strength, I’ll keep holding on
Yes I will, yes I will-michael jackson (ill be there)

Monday, July 6, 2009

The Kite Runner The Movie

Diangkat dari novel fenomenal Khaled Hosseini yang sudah dirilis dalam 42 bahasa yang berbeda. Jujur, saya nggak punya novelnya, jadi saya cuma nonton filmnya. Cerita fiksi karya Khaled Hosseini ini secara garis besar menceritakan tentang persahabatan, kesetiaan, penghianatan, dengan disertai intrik dan problem yang menarik. Sayang, film ini menurutsaya sebaiknya jangan ditonton untuk anak dibawah umur.


Film ini menceritakan tentang persahabatan antar dua orang anak bernama Amir dan Hassan, Hassan adalah seorang "Hazzara", yaitu kelompok etnis minoritas di Kabul, Afghanistan. Film ini bersetting di afghanistan, Pakistan, dan Amerika paska masuknya rusia dan perangnya dengan kaum talib.

Seperti yang saya jelaskan diatas, cerita ini dimulai dengan persahabatan antara Amir dan Hassan , ayah Hassan adalah seorang pembantu terpercaya ayah Amir. Hassan adalah seorang yang sangat setia terhadap Amir dan bahkan hidupnya disandarkan pada Amir. Tragedi dimulai saat Amir dan Hassan memenangi lomba layang layang dan Hassan mengejar layang layang milik musuh sambil berkata :

"Untukmu yang keseratus kalinya"

Tapi justru nggak disangka Hassan dicegat oleh segerombolan pemuda asli yang tidak menyukai kaum Hazzara, Hassan dipaksa untuk menyerahkan layangan Amir tersebut. Singkat cerita, Amir tanpa sengaja mengetahui kejadian ini, dan dia melihat bagaimana Hassan "dikerjai" namun kemudian Amir pura pura tidak tahu. tidak tahan diselimuti rasa bersalah, Amir memfitnah Hassan yang membuat Hassan pergi dari rumah.


Kondisi Kabul yang mencekam dan dikuasain komunis membuat Amir dan ayahnya pergi dari afghanistan ke Amerika, di Amrik Amir menikah dan menjadi penulis yang sukses. Kemudian dia dikabari akan kematian Hassan dan istrinya yang membuat Amir harus kembali dan menempuh bahaya di Kabul untuk menebus dosanya dan menyelamatkan anak Hassan.

Sampai di akhir cerita, ada adegan dimana Amir dan anak Hassan bermai layang layang, kemudian Amir mengejarkan layangan musuh yang jatuh sambil gantian berteriak "untukmu, yang keseratus kalinya".







*setelah nonton filmnya saya jadi tertarik untuk baca novel Hosseini yang sudah lama nganggur dirumah "Thousand Splendid Suns"


Sunday, June 21, 2009

63 tahun Indonesia merdeka

Belum lama ini, seorang teman yang baru saja lulus dari SMA negeri Favorit di kota saya, Semarang, bertanya gini :

Pongge : eh wok, peribahasa sepandai pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga opo to?
bowok : ya kalo nggak salah, sehebat-hebatnya orang pasti pernah menemui kegagalan sob

temen saya satu lagi menambahkan

Jonathan : "yoi, tupai jatuh tapi tetep melompat..mudeng maksudku?"
Pongge : *thinking "ooh jadi kesimpulane..."
Jonathan : "opo jal?"
Pongge : "berarti tupai goblok, wes ngerti tibo yo tetep wae mlumpat, ngono yo nek pas tibo kan iso wae gandulan sesuatu opo cekelan opo piye ngono."
bowok : "orak ngetokke jaring koyok spiderman sisan?"

kami berdua mencoba menjelaskan secara lebih terperinci, dan hasilnya :

Pongge : "ooh, yoyo berarti tupai ki asline rak iso loncat yo?"

wuaah kalo tupai rak iso mlumpat yo rak bakal ono peribahasa kui to yaaa dol dodol. Dan kesabaran orang pun ada batasnya, bahkan mungkin Dalai Llama dari tibet pun bakal dongkol juga ngadepin temen saya satu ini, haha.

berdua : "kesimpulane kowe mulai saiki mungkin kudu rajin makan Vidoran smart & ikan kod !"

Menurut kamu, apa reaksi Bung Karno dan Bung Hatta kalo mereka mendengar percakapan ini? ini merupakan bukti kalo UAN ndak relevan dalam menentukan kualitas kecerdasan bangsa hahaha. lol

*nyoh ben puas tak kasih gambar tupai jek loncat, hahaha

gambar dari : pets.onas.ru

Presidenmu, Presidenku



Nggak kerasa, sebentar lagi di negeri kita tercinta ini bakal diadakan pesta demokrasi besar besaran, PEMILU. "eh, kamu bakal coblos siapa?" "oh, kalo aku coblos si X, soalnya bla bla bla" "kalo aku si A, soalnya dia bla bla bla". Ya, obrolan macam begitu bakal sering -atau sudah? kita denger.

Terlepas dari hiruk pikuk tersebut, sebenernya Presiden dan Wakil Presiden macam apa sih yang kita suka? kalo saya, saya pengen presiden yang Berkarisma dan Berkarakter macam Bung Karno, Yang penuh dedikasi dan pengorbanan seperti Florence Nightingale dan Albert Schweitzer , yang sangat cinta perdamaian seperti Henry Dunnant, Yang bisa mengurangi angka kemiskinan seperti Muhammad Yunus, yang arif seperti Plato, yang mempunyai semangat persatuan seperti Lincoln, yang kuat dan tabah seperti Gandhi, dan yang yang lainya.

Tapi sayang, sepertinya sulit untuk menemukan "yang yang" diatas tadi dalam satu orang sekaligus. Kita ditawari 3 pilihan capres dan cawapres dengan program dan sloganya masing masing. Ada Megawati-Prabowo dengan Ekonomi kerakyatan benteng-garuda-nya, ada SBY-Boediono dengan "Lanjutkan", ada juga JK-Wiranto dengan "lebih cepat lebih baik". Semua beserta kekurangan dan kelebihan masing masing.


Dari voting kecil kecilan yang saya lakuin, elektabilitas dari SBY dan JK beserta pasangan mereka sepertinya yang paling ketat, (sebenernya sih, saya menginginkan seorang Sri Mulyani untuk menjadi cawapres wink).

Meskipun siapapun yang menang, menurut saya nggak masalah, mungkin ujian yang paling besar dari bangsa ini adalah bukan masalah -siapa-yang-menang- tapi bagaimana para pasangan beserta pendukungnya menerima kekalahan. Tentu kita nggak mau jadi seperti Ahmadinejad dan Moushavi yang meski ada selisih sejitar 11 juta suara tetap saja menimbulkan protes besar-besaran yang konon merupakan yang terbesar semenjak pemerintahan Islam Iran berdiri.

Kita sudah pernah mengalami hal di Iran sampai beberapa kali, dari orde lama ke orde baru, dari orde baru ke reformasi. Jadi, sudah saatnya kita belajar dari slogan "Experience is the best teacher".

Kita cuma bisa berharap dan berdoa, supaya presiden kita selanjutnya bisa membuat orang biasa seperti saya enggak lagi memegang erat-erat tasnya di bus kota, bisa membuat orang nggak menaruh curiga pada orang yang menawarkan kebaikan. Bisa membuat saya tidak merasa was was pas kunci rumah ketinggalan. Bisa mencegah kejadian kayak Manohara.

Jadi, pilih salah satu maupun tidak memilih sama sekali adalah pilihan kita. jadi, "apa" yang anda pilih?


haha, tumben nulis serius gini
gambar dari : firmansyah2308.files.wordpress.com
anda bisa lihat ulasan yang lebih bermutu di sangnanang.dagdigdug.com